+ Kau dinamakan juga Iblis
Apa matamu memang tanpa alis
Orang tak beralis katanya Orang Anda?
- Itu cuma main-main, cuma becanda!
+ Kau digambarkan Menentang Tuhan
- Menentang Dia siapa yang tahan?
Aku hanya Alat Sang Maha Suci!
Untuk mendulang Pasir Gunung Benci
Ada Emas di situ sedebu tiap inchi
Emas Insani, yang nanti bersih tercuci
+ Kau bilang kau harus Menang
Dengan cara apapun asal Curang
- Pokoknya Aku sering sukses, memang
Berapa banyak Manusia jatuh terjengkang
Karena menyentuh Umpan yang kupasang
+ Sepertinya, akhirnya di Bumi kau Menang
Manusia Pecundang, bergelombang seperti Hama Belalang
- Pemenang sebenarnya adalah Tuan kita
Karena Manusia Pemenang, semua suka cita
Pasti Pulang dan Tiba di sisiNya
Yang kalah kugojlok terus di Dunia
+ Hai Iblis, tak penatkah menumbuk begitu
Berabad menghantam Lumpang Batu
Agar Manusia bisa hancur di situ
- Tapi Debu Emas terurai, bisa dipungut satu-satu
Oleh Tuan kita yang mencari Hamba bermutu
+ Apa kau bertanduk...
Seram dirikan bulu kuduk?
- Tidak! Aku hanya seperti prangko
Lekat di Memori semua orang
Di Kota, di Kantor, di Pasar, di Disko
Di situ biasanya kujala si Curang
Jangan cari aku di kuburan
Aku tak betah jauh dari hiburan
+ Apa Rahasia mengalahkanmu?
- Buka lebar-lebar Komunikasi dengan Tuan kita
Berbagi ke sesama terutama si Jelata
Kedua itu harus Menyatu, terpadu Satu
Dikemas Ikhlas dan Welas makin bermutu
Aku tak mampu melawan Itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar